TEPUNG 101


MARI MENGENAL LEBIH DEKAT TENTANG TEPUNG TERIGU MULAI DARI BAHAN BAKU, PROSES PEMBUATAN, HINGGA TIPS DAN TEKNIK PENGGUNAANNYA

TEPUNG 101


MARI MENGENAL LEBIH DEKAT TENTANG TEPUNG TERIGU MULAI DARI BAHAN BAKU, PROSES PEMBUATAN, HINGGA TIPS DAN TEKNIK PENGGUNAANNYA

Flour 101

MARI MENGENAL GANDUM


Penggunaan tepung terigu yang tepat menjadi salah satu penentu kesuksesan olahan yang kita buat, dan sebaliknya, penggunaan tepung terigu yang tidak tepat bisa berakhir pada hasil akhir yang tidak sempurna, bahkan mungkin gagal.
Perbedaan berbagai variasi tepung tersebut terletak pada pemanfaatan komponen dan karakteristik dari bahan bakunya, yaitu gandum. Mari mengenal komponen pembentuk gandum dan berbagai karakteristiknya!
Biji gandum terdiri dari berbagai bagian dari inti hingga kulit terluar, yang bisa dikelompokkan menjadi tiga bagian:

Endosperm
Bagian ini merupakan komponen terbesar gandum, 83% dari biji gandum merupakan endosperm. Endosperm juga merupakan komponen utama dari gandum yang dimanfaatkan untuk menjadi tepung terigu. Endosperm mengandung karbohidrat, protein (Gluten), dan sedikit berminyak.
Bran
Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai sekam. Bran adalah bagian terluar dari biji gandum, terdiri dari 7 lapisan, dan merupakan 14,5% bagian dari setiap biji gandum. Bran adalah komponen yang memberi tekstur, warna, dan serat pada tepung terigu jenis tertentu. 
Germ
Germ merupakan bagian paling dalam dari biji gandum, tempat tunas baru tanaman gandum berkembang. Germ memiliki kandungan lemak yang tinggi dan merupakan bagian terkecil (2,5%) dari biji gandum.


Ada berbagai jenis gandum yang bisa dikelompokkan berdasarkan teksturnya, warna dari bran, dan musim tanam, namun secara umum gandum kita bisa mengelompokkan gandum menjadi tiga jenis: hard wheat, soft wheat, dan durum wheat. 

Hard wheat memiliki biji yang keras, bran dengan warna merah kecoklatan dengan kadar protein dan daya serap air yang tinggi, gandum jenis ini umumnya dimanfaatkan untuk membuat tepung untuk roti dengan ragi.
Berbeda dengan hard wheat, gandum jenis soft wheat memiliki bran berwarna putih kekuningan, berbiji lunak, serta memiliki kadar protein dan daya serap air yang rendah. Soft wheat cocok digunakan dalam tepung untuk membuat cake, pastries, dan jenis olahan lain yang dipanggang, juga biskuit crackers dan sereal. Di antara semua jenis gandum durum wheat adalah gandum dengan biji paling keras, endospermnya berwarna kuning, dengan kadar protein yang tinggi.
Durum wheat adalah jenis gandum terbaik untuk membuat berbagai olahan pasta.
Komponen dan jenis gandum yang berbeda-beda inilah yang dimanfaatkan untuk membuat berbagai variasi tepung terigu. Apa saja variasi tepung terigu yang umumnya diproduksi di dunia? Baca artikel Flour 101 lainnya dan pastikan anda memilih tepung yang tepat untuk hasil akhir sempurna!